Atlet PPI NPC Sumut Jalani Tes Kesehatan dan Fisik

Atlet PPI NPC Sumut Jalani Tes Kesehatan dan Fisik

Atlet difabel yang masuk program Pusat Pembinaan Intensif (PPI) National Paralympic Committee (NPC) Sumut menjalani tes kesehatan dan fisik.

(aa/rzd)

Kamis, 28 Desember 2017 | 21:24

Analisadaily (Medan) - Atlet difabel yang masuk program Pusat Pembinaan Intensif (PPI) National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara, telah menjalani tes kesehatan dan fisik.

Tes kesehatan sebelumnya berlangsung di Kantor NPC Sumut, Jalan Stadion Teladan, Medan, Rabu (27/12). Sedangkan tes fisik dilakukan di Stadion Mini Universitas Negeri Medan (Unimed), Kamis (28/12).

Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting menjelaskan, tes fisik dan kesehatan dalam rangka mengevaluasi perkembangan atlet setelah menjalani program PPI selama satu tahun penuh. Dengan adanya tes, pelatih tiap cabang olahraga bisa mengetahui kondisi fisik dan kesehatan atletnya.

“Dari hasil laporan pelatih masing-masing cabor, ada peningkatan. Dengan begitu mereka bisa menyusun program sesuai dengan kondisi atlet demi menunjang prestasi yang lebih baik,” kata Alan.

Khusus tes fisik, metode penilaian disesuaikan dengan karakteristik tiap cabor serta jenis kecacatan atlet. Tes fisik dan kesehatan menjadi agenda tahunan NPC Sumut dalam rangka mendorong peningkatan prestasi atlet di even nasional maupun internasional. Termasuk persiapan atlet untuk jangka panjang menuju Peparnas 2020 di Papua.

“Harapannya tentu mereka bisa mengikuti program dan arahan yang diberikan pelatih nantinya,” jelas Alan.

Tes fisik dan kesehatan salah satu tolak ukur evaluasi atlet yang ternyata tidak mampu menunjukkan peningkatan selama mengikuti program latihan. Sistem promosi dan degradasi tetap diberlakukan bagi atlet yang tidak mampu menunjukkan peningkatan prestasi di even nasional.

“Juara dunia pun dia, kalau tidak disiplin bakal jadi virus. Makanya, jangan ada sifat sombong dalam diri atlet walaupun sudah meraih prestasi puncak,” harap Alan.

Atlet peraih medali emas di Peparnas 2016, Adiwongso tidak menampik kegiatan ini merupakan salah satu kebutuhan mereka, terutama dalam menilai sejauh mana tingkat kebugaran tubuh.

“Ini juga untuk menjernihkan pikiran kami. Kesan saya tes fisik memang sangat mengasyikkan. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan berkesinambungan untuk menunjang Peparnas 2020 Papua.” harap Adiwongso.

Sebelumnya, tes kesehatan dan fisik diikuti oleh 53 atlet difabel binaan PPI Sumut yang merupakan peraih medali di Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) 2016 di Jawa Barat.

Jumlah tersebut merupakan utusan dari delapan cabang olahraga, catur, atletik, angkat berat, judo, goal ball, tenis meja, renang, dan bulu tangkis. Tes fisik juga melibatkan tim Prodi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unimed.

(aa/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar