Berpisah, Boe dan Mogensen Nantikan Tantangan Baru

Penulis: Christison Sondang Pane

Berpisah, Boe dan Mogensen Nantikan Tantangan Baru

Mathias Boe dan Carsten Mogensen saat menjuarai All England Championships 2015 (Badzine/BadmintonPhoto)

Sabtu, 9 Maret 2019 | 10:47

Analisadaily – Gugur lebih cepat di All England Championshisp 2019, bukanlah sesuatu yang diinginkan pebulutangkis Denmark, Mathias Boe dan Carsten Mogensen. Karena sebelumnya, pasangan ini punya ambisi untuk menjuarai di turnamen bergengsi ini.

Selain ingin menambah trofi, All England tahun ini juga menjadi pertandingan terakhir mereka sebagai pasangan. Namun sangat disayangkan, Boe/Mogensen gagal mengakhiri mitra selama 15 tahun dengan kenangan yang lebih manis.

Peraih medali perak Olimpiade 2012 ini tidak bisa melanjutkan performanya di Birmingham Arena setelah ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda menghentikan langkah mereka dengan skor 21-14 dan 21-16 di ronde kedua.

Kendati begitu, Boe dan Mogensen tidak ingin memikirkan itu lagi dan mereka lebih suka melihat hal yang positif setelah lebih dari satu dekade membangun mitra yang kuat. Karena, fase baru telah menanti untuk dijalani dengan pasangan yang berbeda tentunya.

“Kami belum melakukan yang terbaik enam-tujuh bulan terakhir, tapi kami sudah berjuang dan juga bicara tentang apa yang harus dilakukan. Tetapi kadang-kadang, Anda harus membuat keputusan yang ingin dilakukan. Kami, tidak akan rugi bila berpisah, karena akan melanjutkan karir dengan mitra baru dan mencoba tantangan baru,” ujar Boe.

Bagi Mathias, sangat penting memutuskan berpisah di All England karena ini merupakan perhelatan favorit dan terbaik di dunia. Pasalnya, Boe/Mogensen sudah memenganinya dua kali dari empat final.

“Kami menikmati bermain di sini dan mencapai empat final dan banyak semifinal. Gelar pertama All England itu istimewa. Salah satu mimpi terburuk adalah final 2010 ketika kami kalah dari rekan senegara kami, Lars Paaske/Jonas Rasmussen,” tambah Boe.

Boe/Mogensen merupakan pasangan yang paling sukses dari daratan Eropa, termasuk meraih gelar Juara Dunia pada 2013, dan beberapa acara besar di seluruh dunia, termasuk hat-trick juara BWF Superseries Finals 2010, 2011 dan 2012.

Pada 2016, Boe sempat dikabarkan akan berpidah pasangan karena Mogensen saat itu mengalami kecelakaan sehingga harus menjalani operasi aneurisma otak. Tetapi, setelah ia pulih mereka kembali bermitra, dan berhasil merebut juara Perancis, Singapura dan Korea Terbuka.

“15 tahun luar biasa. Kami banyak berjuang, tapi juga memenangkan banyak gelar. Saya terluka setelah kecelakaan gila di Rusia, tapi kami melawan dan juara lagi. Kami pasangan Denmark yang banyak menang dalam sejarah. Itu sesuatu yang bisa dibanggakan,” ujar Mogensen.

Selanjutnya, Boe akan memulai mitra baru dengan Mads Conrad-Petersen, dan Mogensen bekerja sama dengan Mads Pieler Kolding. Ini fase baru yang dinantikan kedua bintang berpengalaman.

“Mungkin kita dapat membuat bensin lebih banyak di atas api dan sedikit lebih termotivasi dalam latihan karena punya sesuatu yang baru untuk dibidik. Pemain hebat dapat menang dengan mitra yang berbeda dan itulah yang akan kami coba bersama,” tutup Boe dilansir dari Bwfworldtour.bwfbadminton, Sabtu (9/3).

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar