Bukti Jose Mourinho Mengerti Tentang Manchester United (Part II)

Penulis: Eka Azwin Lubis

Bukti Jose Mourinho Mengerti Tentang Manchester United (Part II)

Jose Mourinho (Give Me Sport)

Rabu, 9 Oktober 2019 | 11:06

Analisadaily - Keterpurukan yang dialami Manchester United di Liga Premier Inggris membuat posisi Ole Gunnar Solskjær berada di ujung tanduk.

Sejak ditinggal Sir Alex Ferguson tahun 2013, United sudah empat kali berganti pelatih. Diantara keempatnya, Jose Mourinho menjadi yang paling lama bertugas, yakni dua setengah tahun.

Meski banyak komentar dan keputusannya yang dikritik, namun publik Old Trafford harus mengakui bahwa pelatih asal Portugal itu lebih memahami filosofi yang dianut Setan Merah.

Sebelumnya kita sudah mengulas beberapa kebijakan Mourinho yang berdampak positif bagi United. Berikut adalah sambungan dari kebijakan-kebijakannya selama menangani United:

4. Andreas Pereira bukan jawaban

Solskjaer tampaknya mengagumi Andreas Pereira yang justru sama sekali tidak terpakai di zaman Mourinho.

Ketika Mourinho melatih United, Pereira menghabiskan dua musim dengan status pinjaman ke Granada (2016-17) dan Valencia (2017-18).

Keputusan gelandang berusia 23 tahun itu memperpanjang masa pinjaman membuat Mourinho kecewa. Ia menginginkan setiap pemain berjuang untuk mendapat tempat di skuat utama, bukan justru menghabiskan waktu dengan klub lain.

"Keputusannya adalah keputusan pribadi yang tidak saya setujui, keputusan yang menurut saya tidak jujur ​​, keputusan yang mengecewakan saya," sesal Mourinho, dilansir dari GiveMeSport, Rabu (9/10).

Andreas Pereira (Getty Images)

Andreas Pereira (Getty Images)

"Dia memiliki potensi berjuang untuk suatu posisi, berjuang untuk peluang dan berjuang untuk menjadi pemain Manchester United," sambungnya.

Pereira yang juga tersisih di masa Louis van Gaal, akhirnya mendapat tempat ketika Solskjaer ditunjuk sebagai pelatih.

Pemain asal Brazil itu tampil sebagai starter di hampir semua pertandingan. Namun perannya justru tidak meningkatkan performa United.

5. Paul Pogba tidak bisa dipercaya

Pogba dicap sebagai "virus" oleh Mourinho setelah Manchester United bermain imbang 2-2 melawan Southampton Desember lalu.

"Anda tidak menghormati pemain dan pendukung. Dan Anda membunuh mental orang-orang jujur ​​yang baik di sekitar Anda," tuding Mourinho kepada Pogba.

"Anda seperti orang yang menderita flu, dengan virus di ruang tertutup, Anda menularkan virus itu kepada orang lain."

Ketika Mourinho dipecat United, hal itu dipandang sebagai kemenangan bagi Pogba. Dalam pertarungan antara pelatih dan pemain, gelandang berusia 26 tahun itu dianggap menang.

Paul Pogba dan Jose Mourinho (Give Me Sport)

Paul Pogba dan Jose Mourinho (Give Me Sport)

Namun persoalannya apa yang telah ia lakukan untuk United setelah pemecatan Mourinho? Pemain asal Perancis itu justru berencana hengkang setelah timnya terseok-seok musim ini.

"Saya sudah tiga tahun di Manchester dan telah melakukan yang luar biasa. Beberapa momen baik dan beberapa momen buruk, seperti semua orang, seperti di tempat lain," kata Pogba.

"Setelah musim ini dan semua yang terjadi, itu bisa menjadi saat yang tepat untuk memiliki tantangan baru di tempat lain."

6. Membutuhkan bek berkualitas

Petinggi Manchester United menolak tunduk pada tuntutan Mourinho untuk mendapatkan bek tangguh pada musim panas 2018.

Toby Alderweireld, Harry Maguire, Jerome Boateng dan Yerry Mina adalah nama-nama yang diajukan Mourinho. Namun pejabat United menolak semua nama itu.

Kondisi ini membuat United memulai musim 2018/19 dengan Eric Bailly, Chris Smalling, Phil Jones, Victor Lindelof dan Marcos Rojo sebagai pilihan bek tengah yang tersedia.

(FourFourTwo)

Harry Maguire (FourFourTwo)

Karena merasa kondisi pertahanannya rapuh, United kemudian membeli Harry Maguire dengan harga 80 juta Pound setelah kepergian Mourinho. Padahal mereka bisa memiliki Maguire dengan harga hanya 15 juta Pound di tahun 2017.

7. 'Pelatih yang baik menjadi boneka'

"Saya tidak ingin menjadi orang baik, karena orang baik setelah tiga bulan adalah boneka dan itu tidak berakhir dengan baik."

Itu adalah kata-kata Mourinho di akhir musim lalu setelah United di bawah asuhan Solskjaer mengalami enam kekalahan dalam 10 pertandingan terakhir mereka.

(Give Me Sport)

Ole Gunnar Solskjær (Give Me Sport)

Banyak yang menganggap kalimat itu sebagai sindiran halus untuk Solskjaer yang dianggapnya sebagai orang baik namun tidak akan kuat untuk berurusan dengan para petinggi United.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar