Cara Paul Pogba Melawan Perilaku Rasis di Lapangan

Penulis: Christison Sondang Pane

Cara Paul Pogba Melawan Perilaku Rasis di Lapangan

Paul Pogba dan Kurt Zouma saat naik haji ke Mekah (Daily Mail)

Rabu, 12 Juni 2019 | 11:04

Analisadaily – Paul Pogba percaya, cara terbaik untuk memerangi pelecehan ras selama pertandingan yaitu dengan bermain baik dan mengambil sikap tersenyum.

Memang, ada beberapa saran, pemain harus keluar dari lapangan bila itu terjadi. Tetapi menurut gelandang Manchester United dan Perancis ini, cara itu bukanlah solusi terbaik untuk melawan perilaku rasis.

“Sangat menyedihkan melihat hal itu  terjadi di lapangan sepakbola. Jika mereka rasis atau bodoh, saya tidak tahu, atau mereka hanya ingin Anda tampil baik. Saya mendengar banyak hal, tetapi saya tidak bereaksi, saya hanya tersenyum,” kata Pogba, singkat.

“Anda tidak akan meninggalkan lapangan jika ingin bermain dan mencoba mencetak gol untuk tim Anda, mencoba untuk menang dan hanya itu. Hidup terus berjalan dan pada akhirnya, mereka akan datang setelah pertandingan dan bertanya tentang fotomu,” sambungnya.

Dilansir dari Sports Mole, Rabu (12/6), pemain berusia 26 tahun ini pernah menjadi korban rasisme saat bermain di Italia membela Juventus melawan Fiorentina. Tidak hanya dia, insiden yang sama juga dirasakan Raheem Sterling dan juga Pierre-Emerick Aubameyang.

“Dia membuat beberapa suara seperti, mungkin, monyet. Saya berkata, mengapa? Saya hanya memberinya baju saya dan mereka benar-benar bahagia, dan akhirnya bertepuk tangan. Saya sedih, tidak marah karena saya senang dengan diri sendiri. Saya menikmati sepakbola, dan saya memberi senyuman pada orang-orang dan hanya itu,’ ujarnya.

“Hanya itu yang aku butuhkan dalam hidup, bahagia dari dalam dirimu. Dicintai orang banyak dan tidak memikirkan orang yang membenci, atau orang yang rasis atau bodoh. Karena, mereka hanya ingin menarikmu kembali,” kata Pogba saat menceritakan pengalamannya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar