Dualisme Kepengurusan PSMS Medan Memasuki Babak Baru

Dualisme Kepengurusan PSMS Medan Memasuki Babak Baru

Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja.

(jw/rzd)

Selasa, 9 Juli 2019 | 12:09

Analisadaily (Medan) - Dualisme kepengurusan PSMS Medan antara PT PeSeMeS dengan PT Kinantan Medan Indonesia memasuki babak baru. Persoalan ini juga telah masuk dalam ranah hukum dan diproses di kepolisian. Pengurus PSMS Medan mendapat panggilan dari Polda Sumatera Utara (Sumut).

Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja, mengakui pihaknya mendapatkan panggilan dari Polda Sumut.

"Benar, hari ini saya datang memberikan klarifikasi. Kan mereka melaporkan, kita ya sifatnya akan menjawab apa yang perlu dijelaskan nantinya di kepolisian," kata Julius, Selasa (9/7).

Pihak PSMS Medan dipanggil Polda Sumut dikarenakan pihak PT PeSeMes yang mengklaim memiliki berkas kepemilikan PSMS termasuk logo, mengajukan gugatan dan melaporkan kubu PT Kinantan Indonesia ke kepolisian.

Julius menjelaskan, pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator liga juga sudah datang memberikan keterangan ke Polda Sumut.

"Gusti Randa (Plt Ketum PSSI) juga sudah datang, semua sponsor yang sponsori PSMS dari musim 2017 juga dipanggil Polda," jelasnya.

"Saya datang sebagai saksi dan memberikan keterangan saja," tambah King, panggilan akrab Julius.

King menegaskan, pihaknya akan melakukan perlawanan hukum terhadap pihak PT PeSeMes.

"Kami akan tetap lakukan perlawanan lewat upaya hukum," ungkapnya.

Soal kemungkinan ganti nama dan logo, jika kemungkinan buruk terjadi, menurut King belum bisa memberikan keputusan.

"Keputusan ada di dewan nasihat dan Pembina, dan harus disosialisakan ke suporter," tambahnya. 

PT PeSeMeS yang sudah memiliki hak paten dan logo PSMS secara hokum tak terima dengan penggunaan logo PSMS oleh PT Kinantan Medan Indonesia yang dipakai di Liga 2.

PT PeSeMeS melakukan sejumlah manuver. Salah satunya, PT PeSeMeS melaporkan sejumlah sponsor yang melekat di jersey PSMS Liga 2 ke pihak kepolisian.

Akibatnya, PSMS yang mengarungi Liga 2 di bawah PT Kinantan Medan Indonesia kehilangan sponsor. Bukan hanya itu, manajemen PT Kinantan Medan Indonesia dikabarkan akan dipanggil pihak Polda Sumut.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar