Fans MU Jadikan Jersey City Sebagai Pel Lantai

Penulis: Eka Azwin Lubis

Fans MU Jadikan Jersey City Sebagai Pel Lantai

Sergio Aguero mengenakan jersey Manchester City bernomor punggung 10 (Manchester Evening News)

Kamis, 11 Juli 2019 | 16:44

"Tidak mungkin saya membawa pulang barang itu"

Michael Cooney (Fans Manchester United)

Analisadaily - Dahulu para penggemar Manchester United tidak terlalu memikirkan rivalitas dengan Manchester City. Sebab bagi mereka City bukanlah lawan sepadan untuk klub pujaannya.

Namun semuanya mulai berubah ketika Manchester City dibeli oleh Abu Dhabi United Group tahun 2008. Sejak saat itu The Citizens mengalami transformasi besar-besaran.

Pada musim 2011/12 City untuk pertama kalinya meraih trofi Liga Premier Inggris setelah musim 1967/68. Bahkan dalam dua musim terakhir pasukan Manchester Biru sukses merajai liga domestik Inggris.

Sebaliknya, Setan Merah justru mengalami kemunduran parah. Mereka berada di urutan keenam dalam klasemen akhir Liga Premier musim 2018/19 dan tertinggal 32 poin di bawah City.

Meski sebagian besar fans United masih menganggap Liverpool sebagai rival abadi mereka, namun keberhasilan City dalam satu dekade terakhir mulai meningkatkan tensi ketegangan antar penggemar.

Hal ini bisa dilihat dari tindakan salah seorang penggemar Manchester United, Michael Cooney.

Cooney menunjukkan kebenciannya terhadap City ketika menghadiri acara lelang amal. Dia memenangkan lelang untuk jersey milik Sergio Aguero di Manchester City dengan nomor punggung 10.

Pria berusia 37 tahun ini harus mengeluarkan uang sebesar 200 Pound atau sekitar Rp 3,5 juta untuk memenangkan lelang jersey tersebut.

Namun anehnya dia tidak membawa jersey tersebut pulang, melainkan merobeknya menjadi dua dan melemparkannya ke lantai. Kemudian dia menginjak jersey tersebut dan menggunakannya sebagai pel.

Cooney menegaskan tidak mungkin dirinya membawa pulang jersey tersebut. Dia hanya ingin menunjukkan kebenciannya terhadap City.

"Itu acar lelang amal yang didedikasikan untuk anak perempuan teman saya yang berusia enam tahun. Dia meninggal karena penyakit langka tahun lalu," kata Cooney, dilansir dari Givemesport, Kamis (11/7).

"Saya sering pergi ke lelang amal dan membeli sesuatu. Ini (jersey City) adalah item terakhir dalam pelelangan tadi dan saya membayar 200 Pound untuk membelinya," sambungnya.

"Saya penggemar berat United dan telah menjadi pemegang tiket musiman sepanjang hidup saya. Jadi tidak mungkin saya membawa pulang barang itu," tegasnya.

Meski sudah melakukan tindakan kontroversi yang pasti dibenci para pendukung Manchester City, Cooney justru mengimbau agar tidak ada yang memperlakukan hal sama terhadap jersey United.

"Jika itu adalah seragam United dan seseorang membuatnya sobek, tidak mungkin orang itu bisa keluar dari hotel hidup-hidup," pungkasnya.

Sementara acara lelang amal tersebut bertajuk 'Layla's Rainbow' yang digelar oleh teman Michael Cooney yang kehilangan putrinya akibat penyakit darah langka yang disebut HLH (limfohistiocytosis hemofagositik).

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar