Kevin Berharap Indonesia Bisa Meraih Emas di Olimpiade 2020

Kevin Berharap Indonesia Bisa Meraih Emas di Olimpiade 2020

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan foto bersama setelah menerima trofi di Istora Senayan, Senin (22/7) (Image Dinamycs)

(rel/csp)

Senin, 22 Juli 2019 | 10:12

Analisadaily (Jakarta) – Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses mempertahankan gelar juara Indonesia Open 2019 setelah mengandaskan kompatriotnya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada partai final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (21/7).

Pasangan ranking satu dunia itu memastikan trofi tidak berpindah tangan usai bermain selama selama 28 menit dengan kemenangan 21-19 dan 21-16. Pasca keberhasilan itu, tugas-tugas baru kini menanti Marcus/Kevin dan rekan-rekannya, yaitu Olimpiade 2020 di Jepang.

Kevin mengatakan, dirinya akan terus berusaha memberikan yang terbaik dalam perhitungan poin jelang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

“Dan saya rasa semua pemain punya peluang yang sama untuk ke Olimpiade. Jadi kita lihat saja nanti waktu mendekati Olimpiade 2020 seperti apa. Ya, harapan Indonesia bisa menyumbang medali emas di olimpiade 2020 nanti,” ujar Kevin, Minggu (21/7).

Hal serupa juga diungkapkan Hendra Setiawan yang menilai penampilan Kevin/Marcus memang lebih baik dari pada permainannya pada laga final kali ini.

“Memang sekarang ganda putra Indonesia lagi bagus, di sini ada ranking satu dunia, ada kita dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Semoga kedepannya tetap stabil dan bisa menyumbang medali di Olimpiade 2020. Yang pasti latihannya jangan sampai turun kalau bisa,” tutur Hendra.

Sebelumnya, Kevin menceritakan bagaimana ia dan pasangannya menjalani pertandingan saat melawan seniornya. Menurutnya, ia dan Marcus bermain dengan baik, walaupun sempat mendapat tekanan-tekenan dari Hendra/Ahsan.

“Di game pertama kita sedikit grogi dan sempat mendapat tekanan. Tapi di game kedua kita bisa tampil lebih baik. Kita sama-sama latihan bersama di Cipayung, jadi sudah tahu kekurangan dan kelebihannya juga. Koh hendra memang pemain depan yang sangat baik. Saya hanya selalu berusaha mengeluarkan seluruh kemampuan saya,” ujar Kevin.

Setelah menjuarai  Blibli Indonesia Open 2019 part of HSBC BWF World Tour Super 1000 ini, ‘The Minions’ akan langsung mengalihkan fokusnya untuk Japan Open 2019 part of HSBC BWF World Tour Super 750, pekan depan.

“Kalau mengenai fokus, di setiap pertandingan memang kita harus selalu fokus. Masa kita sudah jauh-jauh berangkat enggak fokus. Tapi kita akan terus melakukan evaluasi, karena kita pasti masih ada banyak kekurangannya,” tambah Kevin.

“Yang pasti kita akan tetap dan terus meningkatkan latihan. Akan banyak evaluasi yang kita lakukan setelah ini. Semua pemain pasti ingin mengalahkan kita, karena kita nomor satu dunia. Dan mereka juga pasti banyak mempelajari permainan kita. Makanya kita juga harus mempelajari permainan lawan,” sambungnya.

Meski harus finis sebagai runner up, Mohammad Ahsan mengaku tetap bersyukur atas raihan yang berhasil dicapainya pada kejuaraan Indonesia Open 2019.

“Pastinya Alhamdulillah, tetap bersyukur karena sudah bisa lolos sampai ke final. Memang di pertandingan tadi, Kevin/Marcus lebih di atas kita. Mereka jelas lebih cepat dan kita juga kewalahan. Kita ucapkan selamat untuk Kevin/Marcus,” ucap Ahsan.

Hal serupa juga diungkapkan Hendra Setiawan yang menilai penampilan Kevin/Marcus memang lebih baik dari pada permainannya pada laga final kali ini.

“Mereka lebih bagus dari kita. Lebih cepat dan powernya juga kencang. Saya sendiri nggak menyangka bisa masuk final lagi,” jelasnya.

Para jawara lain di turnamen ini, di antaranya Chou Tien Chen asal Taiwan juara di sektor tunggal putra usai mengalahkan Anders Antonsen asal Denmark, 21-18, 24-26, dan 21-15.

Selain itu, ganda campuran China, Zheng Siwei/Huang Ya Qiong merebut tahta juara untuk pertama kalinya di kejuaraan ini. Unggulan satu ini menang atas rekan senegaranya, Wang Yi Lu/Huang Dong Ping, 21-13 dan 21-18.

Sedangkan gelar juara tunggal putri dan ganda putri dibawa pulang wakil Jepang. Akane Yamaguchi keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan wakil India, Pusarla V. Sindhu, 21-15 dan 21-16.

Dan, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, berhasil mempertahankan gelar lewat kemenangan 21-16 dan 21-18 atas kompatriotnya, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

(rel/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar