KONI Medan Bangga Sumut-Aceh Tuan Rumah PON 2024

KONI Medan Bangga Sumut-Aceh Tuan Rumah PON 2024

Sumut-Aceh Tuan Rumah PON 2024.

(aa/rzd)

Kamis, 26 April 2018 | 00:49

Analisadaily (Medan) - Jajaran pengurus KONI Kota Medan menyatakan rasa bangga dan gembira atas terpilihnya Sumatera Utara bersama Aceh menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024.

Hal itu dinyatakan Ketua Umum KONI Medan, Eddy Sibarani, di hadapan jajaran pengurus ketika memimpin rapat persiapan pembukaan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Medan IV/2018, di Aula KONI Medan, Rabu (25/4).

Dikatakannya, Porwil Medan tahun ini berlangsung 28 April-5 Mei 2018 dan akan dibuka Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, di Lapangan Pasar 5, Medan Marelan, Sabtu (28/4) pagi.

“Kita bangga dan salut atas upaya Sumut-Aceh dalam mewujudkan impian menjadi menjadi tuan rumah bersama PON 2024. Menjadi tuan rumah adalah jawaban dari kerinduan kita, setelah menunggu 65 tahun sejak terakhir kali menjadi tuan rumah PON III/1953 lalu,” katanya.

Dengan Sumut tuan rumah bersama PON 2024, maka Medan menjadi kota yang paling banyak menikmati keuntungan. Pengadaan sarana bakal dipusatkan di Medan dan sekitarnya. Otomatis fasilitas olahraga bertambah, yang berimbas dengan pembinaan prestasi atlet.

“Di sinilah momen Sumut untuk kembali masuk peringkat elit olahraga nasional, dengan menjadi provinsi terbaik di luar Pulau Jawa seperti yang pernah diraih. Belum lagi keuntungan dari sisi ekonomi yang diraih masyarakat nantinya,” ucap Eddy.

Apalagi, Pemprovsu telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare di kawasan Kuala Namu (Deliserdang) untuk membangun stadion baru dan sport centre. “Sarana yang akan dibangun tentu akan menjadi kebanggaan, seperti yang telah dimiliki Sumsel, Kaltim, dan Jabar,” sebut Eddy.

Menurutnya, pelaksanaan PON 2024 juga menjadi 'goal' dari pelaksanaan Porwil Medan, karena Porwil sesungguhnya menjadi wadah penjaringan bibit bibit atlet muda dan pemula.

“Porwil Medan lebih ditujukan bagi atlet-atlet dengan usia 16-19 tahun. Setelah dijaring dari sini dan kita persiapkan, maka pada pelaksanaan PON enam tahun kemudian, atlet-atlet akan berada di masa-masa puncak (golden age),” tandasnya.

(aa/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar