Legenda PSMS Soroti Kekalahan Telak Ayam Kinantan

Legenda PSMS Soroti Kekalahan Telak Ayam Kinantan

PSIS Semarang Vs PSMS Medan.

(aa/rzp)

Senin, 16 April 2018 | 21:31

Analisadaily (Medan) - Kekalahan telak 1-4 PSMS Medan atas tuan rumah PSIS Semarang pada pekan keempat Liga 1 2018, Minggu (15/4) kemarin, menambah rentetan kurang apik saat melakoni laga away.

Kekalahan telak Ayam Kinantan itu cukup mengejutkan. Sama-sama berlabel tim promosi, skuat asuhan Djajang Nurjaman terlihat tidak berdaya meladeni permainan PSIS. Padahal, pada semifinal Liga 2 musim 2017 lalu, Ayam Kinantan mampu menang 2-0 atas tim Mahesa Jenar.

Hasil buruk itu menuai kritikan dari pecinta Ayam Kinantan melalui media sosial. Bahkan kritikan juga datang dari mantan sekaligus legenda PSMS, Sunardi A.

Pemain yang pernah membawa PSMS menjuarai Liga era Perserikatakan 1983 dan 1985 itu menilai jika permainan PSMS tidak memiliki jati diri sesungguhnya. Sunardi menyoroti koordinasi antara lini juga masih lemah.

“PSMS kemarin lawan PSIS bermain seperti kehilangan jati diri. Saya lihat di bawah lumpuh dan di depan ompong. Artinya striker kita tidak menggigit. Kecuali untuk sayap sudah bagus. Apalagi Yessoh selama 4 kali pertandingan awal kompetisi belum ada cetak gol,” ucapnya, Senin (16/4).

Dikatakannya, performa para pemain asing PSMS yang diharapkan bisa menghidupkan gaya permainan tim juga sejauh ini dinilai belum terlihat. Menurutnya suplai bola Dilshod itu bagus, tapi kecepatannya lambat.

“Saya lihat juga koordinasi pemain bawah itu tidak ada dalam menghalau serangan lawan. Saya catat ada 14 kali Lobo babak pertama ikut menyerang,” sebutnya.

“Memang betul, kita mau cetak gol, tapi kalau seperti itu dia lakukan bolak-balik, otomatis stamina berkurang. Stopper itu punya insting, sabar, dan tidak mudah panas, mampu membaca permainan lawan, dan menjaga rekan-rekannya di bawah,” paparnya.

Sunardi juga menilai tidak adanya koordinasi antara lini per lini, terutama lini bawah dengan tengah. Hal itulah yang membuat terciptanya tiga gol lawan pada menit-menit akhir babak pertama.

“Sama halnya Roni juga memiliki karakter permainan yang sama dengan Lobo. Lini bawah PSMS terlihat keropos. Tengahnya juga terlambat men-cover. Jadi, koordinasi antara (pemain) tengah dan bawah kurang optimal,” tegasnya.

Sunardi juga menyoroti penampilan lini depan PSMS yang kurang menjanjikan terutama kepada sang striker asing, Wilfried Yessoh yang belum juga mencetak satu gol pun selama 4 laga yang dilakoni PSMS. Bahkan dia berpesan agar tim pelatih bisa secepatnya melakukan evaluasi di saat kompetisi masih baru beberapa laga ini.

“Saya rasa pemain asing harus dievaluasi. Artinya, kalau memang dalam dua laga berikutnya seperti ini juga, bagus cari yang lain kenapa? Pemain asing kalau tidak berkualitas buat apa (dipertahankan)?” pungkasnya.

(aa/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar