Max Allegri: Pendidikan Bisa Memerangi Masalah Rasisme

Penulis: Christison Sondang Pane

Max Allegri: Pendidikan Bisa Memerangi Masalah Rasisme

Pelatih Juventus, Massimilano Allegri (Press Association/Daily Mail)

Sabtu, 29 Desember 2018 | 12:21

Analisadaily – Kini giliran Pelatih Juventus, Massimilano Allegri, angkat bicara tentang persoalan insiden rasisme yang dilontarkan sebagian pendukung Inter Milan terhadap pemain bertahan Napoli, Kalidou Koulibaly.

Berbicara dihadapan awak media, Allegri menyampaikan idenya untuk memerangi masalah rasisme, saat ini dan dimasa mendatang. Menurut pria yang membawa Si Nyonya Tua meraih empat trofi Serie A Italia itu, pendidikan bisa jadi instrumen menghentikan rasisme.

“Saya pikir ada langkah pencegahan yang harus diambil. Namun, untuk melakukannya, kita tidak boleh hanya mengobrol, tapi harus dilakukan. Itulah satu-satunya cara, tapi saya hanya seorang pelatih, ada badan yang harus memutuskan untuk mengambil tindakan,” kata menurut Allegri.

“Saya sama sekali tidak mentolerir rasisme atau penghinaan terhadap orang mati atau tragedi ini. Sayangnya, ada sesuatu yang kurang di Italia, kami kehilangan sedikit pendidikan dan rasa hormat. Ini perlu dilakukan pada orang-orang ketika masih kecil,” sambungnya.

“Kita harus pergi ke sekolah, olahraga itu mendidik dan kita sebaiknya terlibat di sekolah. Karena, dari 100 orang 70 atau 80 akan berada di jalan yang benar, tetapi ini adalah sesuatu yang kta semua harus lakukan bersama.”

Dilansir dari Football Italia, Sabtu (29/12), Allegri juga mengungkapkan, sekarang mudah berbicara, mengatakan sesuatu, tapi keesokannya orang sudah melupakannya. Sehingga, harus ada badan yang bertanggung jawab.

“Maka kita, sebagai Presiden, Pelatih dan pemain tahu bahwa kata-kata kita membawa bobot dan bisa mempengaruhi orang dewasa dan orang yang kurang dewasa. Kita harus bertanggung jawab dan punya kecerdasan menghadapinya,” tambahnya.

Masalah Sosial

Pelatih Torino, Walter Mazzarri mengatakan, rasisme adalah masalah sosial, tatapi siapa pun tidak menghukum seluruh penonton di stadion hanya karena ulah beberapa orang saja. Sehingga, ia menyebut, perilaku tertentu harus dihukum dengan tegas.

“Kita harus benar-benar keras kepala ketika rasisme melanda. Ini masalah sosial, kita harus mulai dari sekolah dasar, dengan guru menangguhkan anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda intoleransi,” kata Mazzarri.

“Ada juga aspek ekonomi, karena mungkin beberapa orang pergi ke stadion untuk melampiaskan masalah yang mereka miliki. Saya pikir aturannya ada dan harus diterapkan. Di Inggris, jika seseorang berani mengeluarkan rasisme, petugas akan mengusir mereka, tapi tidak menghukum semua penonton karena beberapa orang.”

Mazzarri pun menawarkan metode pencegahan dengan melakukan pemberhentian pertandingan jika ucapan rasisme terdengar pertama kali di stadion. Dengan begitu, petugas memiliki kekuatan untuk mengusir dan membawa orang-orang ini keluar serta memenjarakannya.

“Saya berbicara tentang kepastian aturan dan hukuman. Wasit harus menghentikan permainan jika mendengar nyanyian rasis pertama. Orang-orang yang melakukan ini tidak boleh lagi diizinkan memasuki stadion,” kata Mazzarri, yang juga mantan Pelatih Inter Milan.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar