Medan Perjuangan Juara Umum Panjat Tebing

Medan Perjuangan Juara Umum Panjat Tebing

Ketua KONI Medan, Eddy Sibarani, mengalungkan medali kepada atlet panjat tebing di Porkot Medan 2017, Rabu (13/9)

(aa/eal)

Rabu, 13 September 2017 | 21:57

Analisadaily (Medan) - Kontingen Kecamatan Medan Perjuangan tampil sebagai juara umum cabang olahraga (cabor) panjat tebing pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2017 di halaman Stadion Mini Pancing, Medan, yang berakhir Rabu (13/9) sore.

Medan Perjuangan tampil sebagai kampiun usai meraih 3 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Sementara posisi kedua diraih Medan Timur (3 emas, 2 perak, 5 perunggu), diikuti Medan Tembung di tempat ketiga (1 emas, 2 perak, 2 perunggu).

Sebelumnya, Ketua KONI Medan, Eddy  Sibarani, didampingi Wakil Ketua, Siegfried dan Ketua Panitia Porkot Medan 2017, Suirwan mengatakan, Porkot tahun ini ada peningkatan jumlah peserta dan catatan waktu lebih baik yang ditorehkan atlet. Ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet panjat tebing di tiap kecamatan relatif berhasil.

"Sekarang peminat panjat tebing telah masuk ke sekolah-sekolah, karena pembinaan atlet memang harus dimulai sejak usia dini. Makanya, nanti kami akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan agar panjat tebing bisa masuk dalam kegiatan ekstrakulikuler," ucap Eddy.

Diakui Eddy, meski saat ini ketersediaan sarana dan prasarana panjat tebing masih minim di Kota Medan, namun pihaknya akan terus menjalin kerjasama dengan instansi terkait demi mendorong ketersediaan fasilitas olahraga ini.

"Cabang panjat tebing kan peminatnya kurang. Justru ini adalah peluang besar bagi Kota Medan untuk meraup medali di kejuaraan daerah. Termasuk bagi Sumut di kejuaraan nasional. Makanya, ke depan KONI Medan akan berusaha semaksimal mungkin agar cabor ini banyak diminati pelajar," harap Eddy.

Ketua Pengcab Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Medan, Juned Iskandar mengatakan, saat ini pengurus sedang melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar panjat tebing lebih diminati para siswa sebagai kegiatan ekstrakulikuler.

Dijelaskannya, sekolah seperti SMA Negeri 6 Medan, Yayasan Gajah Mada dan SMA Al Wasliyah telah memasukkan panjat tebing dalam kegiatan ekstrakulikuler.

"Atlet yang kita jaring melalui Porkot ini memang semuanya pelajar, mulai tingkat SMP hingga SMA. Harapannya mereka ini adalah regenerasi senior untuk dipersiapkan ke Kejurnas 2018," ucapnya.

Porkot 2017, cabang panjat tebing diikuti 50 atlet dari sembilan Kecamatan se-Kota Medan, seperti Kecamatan Medan Timur, Medan Perjuangan, Medan Barat, Medan Kota, Medan Denai, Medan Tembung, Medan Amplas, Medan Petisah dan Medan Area.

(aa/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar