Menpora Ingatkan Pemuda RI Bisa 'Curi' Ilmu dari Tiongkok

Penulis: Reza Perdana

Menpora Ingatkan Pemuda RI Bisa 'Curi' Ilmu dari Tiongkok

(dtc)

Kamis, 3 September 2015 | 06:48

detikNews - Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membuka Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Indonesia–Tiongkok Tahun 2015.  Menpora menitipkan tiga pesan utama.

Pertama, Menpora meminta para peserta menggali informasi dan pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan Tiongkok. Sebab, Tiongkok memiliki ikatan kuat dengan sejarah dan budaya nusantara Indonesia.

"Kita mempunyai hubungan sejarah yang sangat kuat dengan Tiongkok. Bahkan jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaannya. Bahkan di zaman Nabi Muhammad pun beliau sudah berpesan, uthlubulilmawalaubisshiin yang artinya tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China. Artinya, Negara ini betul-betul istimewa," ujar Imam di Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Pesan kedua, Menpora meminta para peserta menggali informasi seluas-luasnya tentang bagaimana negeri tirai bambu tersebut mengembangkan jiwa entrepreneurship di kalangan pemuda. Mulai dari model pelatihannya, pendampingannya, akses permodalannya, jaringan kemitraannya, peran swasta dan juga perbankan, hingga akses ke pasar global.

"Tolong digali, dicatat dan diresume, terus nanti sepulang dari Tiongkok, sampaikan kepada saya untuk kita rumuskan dalam kebijakan Kemenpora bidang kewirausahaan," kata pria yang akrab disapa Cak Imam ini.

Pesan ketiga, Menpora meminta para delegasi menggali program-program maupun kiat-kiat Tiongkok dalam membangun prestasi olahraga. Menurut Menpora, dalam banyak event kejuaraan olahraga baik tingkat Asia maupun Dunia, Tiongkok menjadi kekuatan yang sangat diperhitungkan.

"Kalau Asian Games, event tingkat Asia, Tiongkok hampir selalu juara umum. Bahkan Olimpiade pun, mereka bisa mendapatkan posisi terbaik,"tuturnya.

Delegasi PPAN Indonesia-Tiongkok dijadwalkan akan berada di Tiongkok selama sepuluh hari, 3-12 September 2015. Kegiatan dibagi menjadi tiga rangkaian, rangkaian pertama dimulai dengan kegiatan Pre Departur Training sebelum delegasi berangkat ke negeri tujuan.

Rangkaian kedua adalah kunjungan delegasi ke Tiongkok. Terakhir adalah Re-Entry peserta.

"Sepulang dari Tiongkok, jangan menjadi pemuda yang biasa, jadilah yang luar biasa yang berguna untuk bangsa ini," pesannya. (ega)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar