Olimpiade Rio Bukti Kebangkitan Bulutangkis Eropa

Penulis: Christison Sondang Pane | Editor: Reza Perdana

Olimpiade Rio Bukti Kebangkitan Bulutangkis Eropa

Carolina Marin (BWF Badminton)

Sabtu, 27 Agustus 2016 | 13:36

Analisadaily - Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, menjadi saksi kebangkitan Eropa di cabang bulutangkis. Jika beberapa dekade olahraga ini selalu melahirkan pemain-pemain unggulan dari daratan Asia, sekarang persaingan semakin kuat dan merata.

Dilansir dari BWF Badminton, Sabtu (27/8), Carolina Marin satu-satunya wanita Eropa yang sukses meraih medali Emas di Olimpiade Rio, dan itu membuktikan tidak ada lagi dominasi satu negara. Tunggal putri Spanyol itu juga sudah banyak meraih gelar di turnamen bergengsi lain.

Kebangkitan ini memang tidak hanya dilihat dari keberhasilan satu negara, atau satu kategori seperti yang dilakukan Marin. Denmark memiliki ganda putri, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter dan tunggal putra, Victor Axelsen yang melejit jadi perhatian, meskipun hanya meraih medali perak di Olimpiade Rio.

“Bulutangkis semakin kompetitif di semua kategori. Sebelum Olimpiade kami juga membahas, tidak mungkin Tiongkok mendominasi. Terbukti, dominasinya seperti empat tahun lalu, berakhir. Dan sudah biasa, setiap tahun sebelum ini enam atau tujuh pasang di final selalu berbeda,” kata Pedersen.

Chiristinna Pedersen/Kamilla Rytter (kiri), Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (tengah) dan Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan (kanan) berfose setelah menerima medali (BWF Badminton)

Christinna Pedersen/Kamilla Rytter (kiri), Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (tengah) dan Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan (kanan) berpose setelah menerima medali (BWF Badminton)

Belanda juga menebar ancaman lewat pasangan ganda putri, Selena Piek/Eefje Mukens, yang mampu lolos ke babak perempat final Olimpiade Rio dan ganda putra Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov, juga melakukan hal yang sama.

Pebulutangkis Eropa lainnya, termasuk Inggris yang terus membuat perkembangan. Kini mereka mempunyai tunggal putra hebat, yaitu Rajiv Ouseph. Pemain berusia 29 tahun ini sukses masuk perempat final Olimpiade Rio setelah mengalahkan Tommy Sugiarto di 16 besar.

Chris Langridge/Marcus Ellis (BWF Badminton)

Chris Langridge/Marcus Ellis (BWF Badminton)

Inggris juga punya unggulan di ganda putra, Chris Langridge/Marcus Ellis. Pasangan ini meraih medali perunggu di Olimpiade Rio setelah mengalahkan Chai Biao/Hong Wei dari Tiongkok. Ada juga pemain senior di ganda campuran, Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

Pasangan itu memang tidak berhasil menunjukkan performa terbaiknya di Olimpiade Rio, tetapi keduanya kini merupakan pemain yang selalu mendorong dan memberikan motivasi kepada pemain junior.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar