Pengurus Cabang Desak Pembekuan PBSI Sumut Dicabut

Pengurus Cabang Desak Pembekuan PBSI Sumut Dicabut

Latihan bulu tangkis atlet Medan.

(aa/rzp)

Rabu, 20 September 2017 | 21:40

Analisadaily (Medan) - Para Pengurus Cabang (Pengcab) PBSI se-Sumatera Utara menolak keputusan Pengurus Pusat (PP) PBSI yang membekukan kepengurusan Sumut periode 2014-2018.

Pembekuan tersebut berdasarkan surat PP PBSI Nomor SKEP. 043/0.3/VIII/2017 ter­tanggal 9 Agustus 2017 yang menye­butkan, pemeca­tan Johannes IW sebagai Ketua PBSI Sumut dan pemberhentian pengurus PBSI Sumut masa bakti 2014-2018.

Para Pengcab PBSI se-Sumut sepakat menolak surat keputusan (SK) itu, dan mendesak PP PBSI untuk mencabutnya karena tidak sesuai dengan AD/ART.

“Dalam berbagai kesempatan kami (pengcab-pengcab PBSI se-Sumut) telah berkumpul untuk menolak itu, bahkan kami juga sudah datangi langsung kantor pusat (PP PBSI) beberapa pekan lalu,” kata Ketua PBSI Serdang Bedagai, Budi, kepada Analisadaily.com, Rabu (20/9).

Lanjutnya, keinginan mere­ka agar SK tentang pember­hentian PBSI Sumut segera dicabut karena mengganggu pembi­naan olahraga bulu tangkis di Sumut. Salah satunya adalah pem­blokiran Sistem Informasi (SI) sehingga para atlet menjadi korban, karena tidak bisa mengikuti even berskala nasional.

“Oleh karena itu kemarin kami berkumpul kembali untuk menyatukan sikap memperjuangkan aspirasi memulihkan status PBSI Sumut yang dibekukan secara sepihak oleh pusat (PP PBSI). Hal ini semata-mata untuk menyelamatkan para atlet,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, alasan pembekuan berdasarkan hasil investigasi PP PBSI terkait penyelenggaraan Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) PBSI Medan pada 14 Juni lalu atas laporan ke PP PBSI, karena bertentangan dengan AD/ART PBSI.

Berdasarkan investigasi ditemukan beberapa pelanggaran, sehingga PP PBSI memutuskan pemberhentikan Johannes IW bersama kepengurusannya dan menetapkan caretaker yang bertugas mempersiapkan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) sampai terbentuknya kepengurusan baru.

(aa/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar