Pesan Singkat Messi Kepada Guardiola 'Mematikan' Ibrahimovic

Penulis: Eka Azwin Lubis

Pesan Singkat Messi Kepada Guardiola 'Mematikan' Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic dan Lionel Messi (Give Me Sport)

Senin, 7 Oktober 2019 | 19:45

Analisadaily - Pep Guardiola langsung mempersembahkan treble winner saat debut melatih Barcelona musim 2008/09.

Dalam rangka mempertahankan kejayaan tersebut, Guardiola coba menambah kekuatan pada musim berikutnya. Salah satu upayanya adalah mengganti Samuel Eto'o dengan Zlatan Ibrahimovic.

Saat itu Ibrahimovic merupakan striker paling disegani di Eropa yang sukses mencetak 66 gol dalam 117 pertandingan untuk Inter Milan.

Selain menukar kedua pemain, Barcelona juga membayar biaya tambahan sebesar 57 juta Pound untuk memboyong Ibra yang waktu itu berusia 27 tahun.

"Rasanya seperti mimpi yang saya alami sekarang," kata Ibrahimovic sesaat setelah menyelesaikan kepindahannya ke Camp Nou.

Namun tidak butuh waktu lama untuk mewujudkan mimpi itu menjadi mimpi buruk. Ibra mencetak 21 gol dalam debutnya bersama Barca. Hasil yang sangat bagus untuk seorang striker di musim pertamanya bersama klub baru.

Akan tetapi ada hal lain yang membuatnya tak merasa nyaman di Barcelona, yakni hubungannya dengan Guardiola mulai memburuk.

Lalu apakah 'kegagalan' Zlatan Ibrahimovic bersama tim Catalan ada kaitannya dengan pengaruh Lionel Messi?

Ibrahimovic selalu berbicara hal yang baik tentang Messi, meskipun ia menulis dalam otobiografinya 'I Am Zlatan': "(Pep) lebih suka membuat Messi bahagia, dia tidak menghargai aku."

Tidak diketahui secara pasti apa alasan Ibra menulis demikian. Namun yang jelas Messi pernah mengirim pesan singkat kepada Guardiola tak lama setelah kedatangan Ibra.

Sebuah buku tahun 2012 berjudul 'The Messi Mystery' yang ditulis Sebastian Fest dan Alex Juillard mengungkapkan bahwa Messi mengirim pesan kepada Guardiola ketika mereka berada dalam bus Barcelona.

Messi yang tidak dapat mengekspresikan dirinya dengan dialog langsung, mengetik pesan singkat kepada sang pelatih untuk mengungkapkan perasaannya.

"Kata-kata yang tepat dari pesan Messi masih diperdebatkan, tetapi sentimennya langsung. Kurang lebih dia menulis, 'Aku bisa melihat bahwa aku tidak lagi penting bagi tim, lalu ... '," ungkap pengamat sepakbola Spanyol, Ben Hayward, dilansir dari GiveMeSport, Senin (7/10).

"Tidak seperti permainannya yang sempurna di lapangan, Messi meninggalkan hal ini sampai sekarang," sambung Ben.

Messi yang saat itu masih berusia 22 tahun belum dianggap sebagai pemain terbaik dunia. Ia pun merasa terancam dengan kedatangan Zlatan Ibrahimovic.

Hal itu diperburuk dengan tidak maksimalnya penampilan La Pulga dalam dua laga awal di musim 2009/10.

"Messi tahu itu dan berusaha membuat perasaannya diketahui oleh seorang pelatih yang telah memenangkannya dengan memberinya lampu hijau untuk memperkuat Argentina di Olimpiade Beijing," bunyi salah satu paragraf dalam The Messi Mystery.

"Tapi kali ini ada bahaya; Messi gagal bersinar dalam beberapa pertandingan dan Ibrahimovic bermain bagus."

Guardiola akhirnya memindahkan Messi ke posisi sentral dengan mengorbankan Ibrahimovic. Hasilnya Messi sukses mencetak 47 gol dalam 53 pertandingan.

Karakter Ibra yang berbeda dengan Messi, Andres Iniesta dan Xavi membuatnya semakin frustrasi. Musim berikutnya ia dipinjamkan ke AC Milan sebelum menandatangani kontrak permanen di San Siro.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar