Ranking 32 Pelatih Kontestan Liga Champions Ketika Menjadi Pemain (Part I)

Penulis: Eka Azwin Lubis

Ranking 32 Pelatih Kontestan Liga Champions Ketika Menjadi Pemain (Part I)

Zinédine Zidane (Give Me Sport)

Selasa, 17 September 2019 | 09:27

Analisadaily - Babak penyisihan grup Liga Champions 2019/20 akan dimulai pekan ini. Real Madrid, Juventus, Barcelona dan Liverpool masih diunggulkan karena masing-masing memiliki pengalaman menjadi raja Eropa.

Namun Manchester City yang dilatih Pep Guardiola muncul sebagai salah satu favorit juara. Hal ini merujuk pada pengalaman Guardiola yang telah mencapai kesuksesan sebagai pemain maupun pelatih.

Pelatih berusia 48 tahun itu pernah memenangkan Piala Europa sebagai pemain pada 1992 dan memenangkan Liga Champions dua kali sebagai juru taktik Barcelona.

Namun dari 32 pelatih kontestan Liga Champions musim ini, apakah Guardiola memiliki karier bermain yang paling sukses?

Berikut adalah peringkat 32 pelatih peserta Liga Champions berdasarkan keberhasilan mereka sebagai pemain, dilansir dari GiveMeSport, Selasa (17/9):

32. Felice Mazzù (Genk)

Mazzu tidak pernah menjadi pemain sepakbola profesional.

31. Jindřich Trpišovský (Slavia Praha)

Trpišovský tidak pernah menjadi pemain sepakbola profesional.

30. Bruno Lage (Benfica)

Lage sempat memperkuat tim junior Independente. Namun dia tidak pernah menjadi pemain sepakbola profesional.

Bruno Lage

Bruno Lage

29. Maurizio Sarri (Juventus)

Sarri sebenarnya punya kesempatan untuk bermain sepakbola profesional. Namun sayang dia memilih bertahan dengan klub amatir, Figline.

Pelatih yang sudah menangani lebih dari 10 klub profesional itu akhirnya pensiun dari Figline akibat mengalami cedera persisten.

28. Julian Nagelsmann (BPR Leipzig)

Nagelsmann merupakan salah satu pelatih muda paling berbakat di Liga Champions. Namun dia tidak menikmati karier sebagai pemain yang sukses.

Pelatih berusia 32 tahun itu pernah menimba ilmu di Akademi FC Augsburg dan 1860 Munich. Namun cedera lutut yang kerap kambuh memaksanya pensiun sebelum memulai karier profesional.

27. Thomas Tuchel (Paris Saint Germain)

Tuchel sempat memperkuat tim junior FC Augsburg sebelum pindah ke Stuttgarter Kickers. Namun karena jarang mendapat kesempatan tampil, ia kemudian pindah ke klub Divisi Tiga Jerman, SSV Ulm.

Walaupun menjadi andalan Ulm selama empat musim, Tuchel harus pensiun pada usia 25 tahun setelah mengalami cedera lutut serius.

Thomas Tuchel

Thomas Tuchel

26. Luís Castro (Shakhtar Dontesk)

Castro menghabiskan sebagian besar kariernya bersama klub peserta divisi kedua dan ketiga Portugal. Namun dia pernah bermain untuk Vitória S.C. dan Elvas di Liga Primeira.

Bersama Elvas, Castro tampil dalam 28 pertandingan pada musim 1987/88. Namun timnya harus terdegradasi dari liga teratas Portugal musim itu juga.

25. Jesse Marsch (BPR Salzburg)

Marsch menghabiskan seluruh kariernya di Major League Soccer (MLS) bersama D.C. United, Chicago Fire dan Chivas USA. Dia memiliki 331 caps selama 13 tahun dan berhasil mencetak 31 gol.

Marsch juga pernah tiga kali memenangkan Piala MLS dan memperkuat tim nasional Amerika Serikat dalam dua laga melawan Trinidad and Tobago dan China.

24. Vladan Milojević (Red Star Belgrade)

Milojevic menghabiskan sebagian besar kariernya di Yunani. Radnički Beograd dan Red Star Belgrade adalah dua klub di luar Yunani yang pernah dibelanya. Kedua klub tersebut berasal dari Serbia, tanah air Milojevic.

23. Jurgen Klopp (Liverpool)

Klopp adalah pelatih yang memiliki karier jauh lebih baik daripada saat menjadi seorang pemain.

Pelatih kelahiran Stuttgart itu menghabiskan sebagian besar karier sebagai pemain bersama Mainz 05, yakni selama 11 tahun.

Namun ada satu hal yang bisa dibanggakan dari Klopp ketika menjadi pemain. Dia pensiun sebagai pencetak gol terbanyak Mainz 05 dengan total 56 gol.

Jurgen Klopp

Jurgen Klopp

22. Pedro Martins (Olympiakos)

Martins memulai karier sebagai pemain di Feirense, sebelum pindah ke Vitória S.C. dan kemudian bergabung dengan Sporting Lisbon.

Pelatih berusia 49 tahun itu memiliki satu caps bersama timnas Portugal ketika menghadapi Irlandia Utara dalam Kualifikasi Piala Dunia 1998.

21. Gian Piero Gasperini (Atalanta)

Gasperini memulai karier di Juventus. Namun dia tidak pernah diberi kesempatan tampil sampai kemudian dipinjamkan ke Reggiana.

Berposisi sebagai gelandang, Gasperini lebih banyak memperkuat klub divisi bawah, termasuk lima musim memperkuat Palermo di Serie B antara tahun 1978-1983.

Pelatih berusia 61 tahun itu akhirnya mendapat kesempatan bermain di Serie A bersama Pescara setelah membantu tim tersebut promosi pada 1987.

Gian Piero Gasperini

Gian Piero Gasperini

20. Erik ten Hag (Ajax)

Ten Hag tampil dalam 336 pertandingan selama kariernya sebagai pemain. Sebagian besar pertandingan tersebut ia lalui bersama FC Twente.

Pria berkepala plontos itu sukses membantu Twente memenangkan Piala KNVB tahun 2001. Dia bermain sebagai bek tengah.

19. Yuri Semin (Lokomotiv Moscow)

Semin menghabiskan hampir seluruh kariernya sebagai pemain di Rusia, kecuali musim 1972/73 ketika memperkuat klub Kazakhstan, Kairat.

Sejumlah klub elite Rusia pernah dibelanya seperti Spartak Moscow, Dynamo Moscow dan Lokomotiv Moscow.

Sebagai penyerang, Semin berhasil mencetak 67 gol dalam 386 pertandingan profesional.

18. Lucien Favre (Borussia Dortmund)

Favre menghabiskan sebagian besar kariernya di Swiss ketika bermain untuk Servette. Namun ia sempat hijrah ke Perancis memperkuat Toulouse.

Bersama timnas Swiss, Favre memiliki 24 caps dan mencetak satu gol.

17. Philippe Clement (Club Brugge)

Setelah tampil mengesankan selama tiga musim bersama Genk, Clement pindah ke Liga Premier Inggris bersama Coventry tahun 1998.

Namun kariernya di Inggris tidak begitu bagus. Dia hanya diberi kesempatan tampil dalam 12 pertandingan selama satu musim.

Kemudian Clement kembali ke Belgia dan menjadi legenda Club Brugge dengan total 256 penampilan selama 10 musim. Di awal 2000-an, dia menjadi bek andalah timnas Belgia dengan 38 caps dan mencetak satu gol.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar