Ranking 32 Pelatih Kontestan Liga Champions Ketika Menjadi Pemain (Part II)

Penulis: Eka Azwin Lubis

Ranking 32 Pelatih Kontestan Liga Champions Ketika Menjadi Pemain (Part II)

Zinedine Zidane (Give Me Sport)

Selasa, 17 September 2019 | 10:35

Analisadaily - Sebelumnya kita sudah membahas pelatih kontestan Liga Champions 2019/20 mulai ranking 32 sampai 17 dengan rujukan karier mereka ketika menjadi pemain.

Berikut adalah pemilik ranking 16 sampai pertama pelatih yang pernah mencapai puncak kesuksesan sebagai pemain sepakbola profesional:

16. Nenad Bjelica (Dinamo Zagreb)

Seorang pemain profesional, Bjelica pernah memperkuat Real Betis, Las Palmas dan Kaiserslautern selama 17 tahun kariernya. Dia juga tampil dalam delapan pertandingan untuk timnas Kroasia.

15. Christophe Galtier (Lille)

Galtier memiliki karier bermain yang cukup gemilang di Ligue 1 Perancis. Secara keseluruhan dia pernah tampil dalam 367 pertandingan bersama sejumlah klub besar seperti Marseille, Lille, Toulouse dan Angers.

Di penghujung kariernya sebagai pemain, Galtier hijrah ke Italia memperkuat Monza tahun 1998.

14. Peter Bosz (Bayer Leverkusen)

Bosz sangat menikmati hari-harinya ketika bermain untuk Feyenoord. Dia membuat 155 penampilan selama lima musim dan membantu timnya memenangkan Eredivisie pada tahun 1993.

Selain itu, pelatih berkepala plontos ini juga pernah memperkuat timnas Belanda dalam delapan pertandingan, termasuk di Piala Eropa 1992.

13. Fatih Terim (Galatasaray)

Selama kariernya sebagai pemain, Terim cuma pernah memperkuat dua klub, Adana Demirspor dan Galatasaray.

Berposisi sebagai bek, Terim sudah memperkuat timnas Turki kelompok usia, mulai dari U-19, U-21 sampai senior. Bersama timnas senior ia tampil dalam 51 pertandingan.

12. Ernesto Valverde (Barcelona)

Valverde memulai karier sebagai pemain di Alaves. Namun kejayaan diraihnya sebagai striker Barcelona antara 1988-1990. Saat itu dia turut mempersembahkan gelar Copa del Rey untuk El Barca.

Valverde kemudian pindah ke Athletic Bilbao dan menikmati karier terbaiknya selama lima musim dengan 170 penampilan dan mencetak 44 gol.

Namun di tim nasional kariernya kurang baik. Ia hanya sekali memperkuat Spanyol pada tahun 1990 melawan Islandia di Kualifikasi Piala Eropa 1992.

11. Sergei Semak (Zenit St. Petersburg)                                 

Nama Semak meroket ketika memperkuat CSKA Moscow antara 1994-2004. Ia mencetak 69 gol dalam 289 pertandingan.

Gelandang produktif itu kemudian direkrut Paris Saint-Germain sebelum mengakhiri karier bersama Zenit tahun 2013.

Semak juga pernah bermain dalam 65 pertandingan bersama timnas Rusia dan mencetak empat gol.

10. Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur)

Pochettino adalah pelatih kelas dunia dan yang juga memiliki karier cemerlang ketika masih aktif bermain.

Dia menikmati hari-hari terbaiknya di Espanyol antara 1994-2001 dengan memenangkan dua gelar Copa del Rey.

Pochettino kemudian bergabung dengan Paris Saint-Germain dan kembali ke Espanyol di penghujung kariernya. Ia memiliki 20 caps bersama timnas Argentina.

9. Albert Celades (Valencia)

Pelatih yang baru satu pekan menangani Valencia ini juga memiliki performa yang bagus sebagai pemain.

Meski memulai karier bersama Barcelona, Celades justru meraih trofi Liga Champions bersama Real Madrid musim 2001/02. Namun bersama timnas Spanyol ia hanya pernah empat kali tampil.

8. Niko Kovac (Bayern Munich)

Kovac menikmati karier bermain yang panjang dan sukses. Dia melakukan debut di Bundesliga bersama Bayer Leverkusen pada tahun 1996 dan membantu klubnya dua kali runner-up.

Sempat membela Hamburg, Kovac kemudian bergabung dengan Bayern Munich pada 2001 dan memenangkan gelar Bundesliga tahun 2003.

Dia juga menjadi gelandang andalan timnas Kroasia di Piala Eropa 2004 dan Piala Dunia 2006

7. Sylvinho (Lyon)

Sebagai bek kiri yang sangat tangguh, Sylvinho pernah bermain untuk Arsenal, Barcelona dan Manchester City.

Dia sempat dianugerahi PFA of the Year tahun 2001 ketika memperkuat Arsenal, sebelum memenangkan tiga gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions bersama Barcelona.

Namun Sylvinho kurang beruntung di timnas Brasil karena kalah bersaing dengan Roberto Carlos.

6. Carlo Ancelotti (Napoli)

Ancelotti bermain hanya untuk tiga tim, Parma, AS Roma dan AC Milan. Dia memenangkan 12 gelar utama sebagai pemain, termasuk tiga Serie A dan dua Liga Champions bersama Milan.

Selain itu, Ancelotti juga tampil dalam 26 pertandingan bersama timnas Italia dan ikut ambil bagian ketika negaranya finis ketiga di Piala Dunia 1990.

5. Antonio Conte (Inter Milan)

Conte menandatangani kontrak dengan Juventus senilai 3,60 juta Euro ketika didatangkan dari Leece tahun 1991. Biaya yang cukup besar pada saat itu.

Sebagai gelandang bertahan, Conte membantu Juventus meraih 13 gelar utama, termasuk lima Serie A dan trofi Liga Champions tahun 1996.

Bersama timnas Italia, pelatih berusia 50 tahun itu pernah tampil dalam 20 pertandingan, termasuk di Piala Dunia 1994. Namun ia tidak disertakan di Piala Eropa 1996 karena mengalami cedera saat tampil di final Liga Champions tahun yang sama.

4. Diego Simeone (Atletico Madrid)

Pria asal Argentina itu adalah pelatih kelas dunia dan pernah menjadi pemain yang sangat brilian.

Simeone tampil mengesankan bersama Sevilla sebelum pindah ke Atletico Madrid pada tahun 1994. Dia membantu Atletico meraih double winner setelah memenangkan Copa del Rey dan La Liga musim 1995/96.

Kemudian Simeone hijrah ke Italia bersama Inter Milan. Sukses besar kembali ia raih ketika memperkuat Lazio dengan memenangkan treble winner tahun 2000.

Bersama timnas Argentina, Simeone tampil dalam 106 pertandingan dan memenangkan dua gelar Copa America tahun 1991 dan 1993.

dan Diego Simeone

Pep Guardiola dan Diego Simeone

3. Pep Guardiola (Manchester City)

Pemilik 47 caps bersama timnas Spanyol ini merupakan salah satu gelandang bertahan terbaik pada masanya.

Memperkuat Barcelona dari tingkat junior, Guardiola promosi ke tim senior tahun 1990. Selama 11 tahun di Camp Nou, dia memenangkan enam gelar La Liga dan satu Piala Europa.

2. Frank Lampard (Chelsea)

Pemain yang luar biasa. Anda bisa menilai kehebatan Lampard dari daftar prestasi yang dimiliki Chelsea.

Setelah bergabung dengan The Blues tahun 2001, Lampard membuat 648 penampilan dan menjadi top skor The Blues dengan 211 gol.

Selain itu dia juga pernah memenangkan 13 gelar utama bersama Chelsea dan tampil dalam 106 pertandingan bersama timnas Inggris.

Frank Lampard dan Zinedine Zidane

Frank Lampard dan Zinedine Zidane

1. Zinedine Zidane (Real Madrid)

Zidane adalah seorang jenius yang pernah ada di lapangan hijau. Ia menjadi legenda di Juventus, Real Madrid dan timnas Perancis.

Setidaknya Zidane akan dikenang selamanya untuk tiga hal, gol indahnya melawan Bayer Leverkusen di final Liga Champions 2002, kesuksesannya menghantar Perancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan tandukannya ke dada Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar