Ricky Togu Hamonangan, Petinju Favorit Piala Gubsu

Ricky Togu Hamonangan, Petinju Favorit Piala Gubsu

Ricky Togu Hamonangan (kanan) bersama Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian (kiri)

(aa/eal)

Minggu, 28 Mei 2017 | 15:29

Analisadaily (Medan) - Petinju muda asal Medan, Ricky Togu Hamonangan, berhasil meraih predikat sebagai petinju favorit dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir Antar Pelajar Se-Sumatera Utara yang memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara di GOR Mini Disporasu, Jalan Willem Iskandar, Medan, 17-20 Mei 2017.

Pelajar SMK Marisi Medan itu juga menyumbangkan medali emas bagi kontingen Medan di kelas 54 kg putra kategori junior.

Pada babak penyisihan, Ricky Togu dengan mudah mengandaskan perlawanan Tri Nugraha Basri (Tebing Tinggi) dengan menang TKO di ronde pertama.

Selanjutnya pada babak semifinal, anak pertama dari dua bersaudara itu berhasil menang angka atas Khairul (Asahan). Kemudian Togu dengan penuh percaya diri sukses menghentikan perlawanan Wahyuda (Sergai) pada partai final.

Sebelum Kejurda dimulai, panitia menetapkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk terpilih menjadi petinju terbaik, petinju favorit dan petinju harapan. Akhirnya, Ricky Togu Hamonangan terpilih sebagai petinju favorit dalam kejuaraan tersebut.

Persyaratan untuk menjadi petinju favorit antara lain harus bisa merebut medali emas (juara), memiliki teknik dan taktik prima, memiliki fisik stabil, akumulasi menyerang dan bertahan seimbang dan memiliki mental juara.

Meski terbilang pendatang baru, namun darah tinju sudah mengalir dalam jiwa Togu melalui ayahnya, Togap Marbun, yang merupakan petinju dari sasana Rajawali Medan.

Togu yang lahir tanggal 31 Agustus 2001, ingin mengikuti jejak orang tuanya untuk mengharumkan Kota Medan dalam kancah tinju tingkat regional, nasional maupun internasional.

Gelar juara yang diraih bukan pemberian semata, melainkan lewat perjuangan keras dan melelahkan selama satu bulan terakhir. Petinju asal sasana Pertina Medan ini membuktikannya di atas ring untuk bisa memenuhi kriteria sebagai petinju favorit.

Kejuaraan tinju pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Kota Medan III/2017 dan Pekan Olahraga Kota (Popkot) Medan I/2017 dijadikan sebagai ajang menambah jam terbang untuk bertarung di Kejurda Piala Gubsu.

"Tinju Piala Gubsu merupakan pengalaman pertama dalam ajang Kejurda. Saya tidak akan cepat berpuas diri, justru dijadikan cambuk untuk berlatih lebih serius. Apa yang diraih sekarang merupakan hasil dari latihan keras selama ini dan persiapan diri untuk menghadapi kejuaraan selanjutnya,'' Kat Togu kepada Analisadaily.com, Minggu (28/5).

Menurutnya, tinju bukan sekadar melayangkan pukulan kepada lawan di atas ring, namun juga sebagai seni pertarungan. Selain itu, tinju juga bisa menarik minat anak-anak muda untuk menyalurkan energi berlebih ke hal positif.

Sebab itu, Togu sangat menyayangkan sedikitnya jumlah kejuaraan tinju amatir di Sumatera Utara.

"Untuk ke depannya kejuaraan tinju amatir diperbanyak lagi sehingga bisa menambah jam terbang dan pengalaman serta mendorong petinju amatir ke kompetisi nasional maupun internasional," pungkasnya.

(aa/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar