Skuat Terbaik Dalam Sejarah Liga Champions (Part I)

Penulis: Eka Azwin Lubis

Skuat Terbaik Dalam Sejarah Liga Champions (Part I)

Leeds United musim 2000/01

Jumat, 18 Oktober 2019 | 16:54

Analisadaily - Liga Champions merupakan kompetisi antar klub paling menyihir pecinta sepakbola di seluruh dunia.

Selama beberapa dekade, tim-tim terbaik di benua Eropa saling berhadapan, menghasilkan pertandingan-pertandingan mendebarkan dan kisah-kisah spektakuler yang tak terduga.

Dari sekian banyak klub yang pernah bertarung di Liga Champions, ada beberapa yang memberi kesan mendalam meski tidak meraih gelar juara. Penampilan mereka sulit untuk dilupakan.

Selain itu ada pula pemain maupun pelatih yang awalnya kurang dikenal, justru melambung ketika timnya tampil gemilang.

Berikut adalah 11 tim paling diingat dalam sejarah Liga Champions yang dilansir dari GiveMeSport, Jumat (18/10):

Saatnya bernostalgia!

Porto - 2003/04

Skuat: Vitor Baia, Paulo Ferreira, Jorge Costa, Ricardo Carvalho, Nuno Valente, Costinha, Pedro Mendes, Maniche, Deco, Carlos Alberto, Derlei.

Tim ini yang kemudian menjadikan Jose Mourinho sebagai superstar. Porto secara mengejutkan tampil sebagai juara meski di awal kompetisi tidak terlalu diperhitungkan.

Selain Mourinho, dari barisan pemain muncul nama Deco yang kemudian menjadi gelandang paling diperhitungkan.

Borussia Dortmund - 2012/13

Skuat: Roman Weidenfeller, Lukasz Piszczek, Mats Hummels, Nevan Subotic, Ilkay Gundogan, Sven Bender, Jakub Błaszczykowski, Marco Reus, Kevin Grosskreutz, Robert Lewandowski.

Seperti yang Porto lakukan untuk Mourinho, Dortmund sukses mengangkat nama Jurgen Klopp menjadi pelatih paling diperbincangkan.

Lewandowski dan Reus merupakan duet bomber yang membuat iri seluruh Eropa. Sementara Hummels dan Subotic mengawal lini belakang yang sangat sulit untuk dilewati.

Hanya Bayern Munchen yang dapat menghentikan langkah mereka di Liga Champions 2012/13. Dortmund kalah 1-2 di partai final.

Monaco - 2016/17

Skuat: Danijel Subasic, Djibril Sidibe, Kamel Glik, Jemerson, Benjamin Mendy, Bernardo Silva, Fabinho, Tiemoue Bakayoko, Thomas Lemar, Kylian Mbappe, Radamel Falcao.

Sebuah kekuatan yang membuat iri banyak klub elit Eropa. Meski Real Madrid yang keluar sebagai juara, namun penampilan Bernardo, Lemar, Falcao dan Mbappe sukses penyita perhatian dunia.

Tidak ada yang bisa melupakan kemenangan dramatis atas Manchester City dengan agregat 6-6 di babak 16 besar.

Bayer Leverkusen - 2001/02

Skuat: Hans-Jorg Butt, Zoltan Sebescen, Lucio, Jens Nowotny, Diego Placente, Carsten Ramelow, Michael Ballack, Bastild Yildiray, Ze Roberto, Bernd Schneider, Oliver Neuville.

Pada satu titik di tahun 2002, Leverkusen berpeluang meraih treble winner. Namun akhirnya mereka finis kedua di Bundesliga dan kalah di final Piala Jerman maupun Liga Champions.

Meski mengakhiri musim tanpa trofi, pemain-pemain seperti Ballack, Ze Roberto dan Neuville sukses menampilkan permainan yang sangat fantastis.

Valencia - 2000/01

Skuat: Santiago Canizares, Jocelyn Angloma, Roberto Ayala, Mauricio Pellgerino, Amedeo Carboni, Ruben Baraja, Gaizka Mendieta, Kily Gonzalez, Pablo Aimr, Juan Sanchez, John Carew.

Valencia hampir menjadi raja Eropa. Namun naas, Los Che mengalami kekalahan dalam dua final Liga Champions berturut-turut pada 2000 dan 2001 dari Real Madrid dan Bayern Munchen.

Meski tidak meraih juara, tim mereka akan selamanya diingat. Ayala, Baraja, Aimar dan Carew tetap menjadi legenda yang pernah membentuk skuat terbaik.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar