Skuat Terbaik Dalam Sejarah Liga Champions (Part II)

Penulis: Eka Azwin Lubis

Skuat Terbaik Dalam Sejarah Liga Champions (Part II)

Leeds United musim 2000/01

Jumat, 18 Oktober 2019 | 21:22

Analisadaily - Liga Champions merupakan kompetisi antar klub paling menyihir pecinta sepakbola di seluruh dunia.

Selama beberapa dekade, tim-tim terbaik di benua Eropa saling berhadapan, menghasilkan pertandingan-pertandingan mendebarkan dan kisah-kisah spektakuler yang tak terduga.

Dari sekian banyak klub yang pernah bertarung di Liga Champions, ada beberapa yang memberi kesan mendalam meski tidak meraih gelar juara. Penampilan mereka sulit untuk dilupakan.

Selain itu ada pula pemain maupun pelatih yang awalnya kurang dikenal, justru melambung ketika timnya tampil gemilang.

Sebelumnya kita sudah membahas lima tim paling diingat dalam sejarah Liga Champions yang dilansir dari GiveMeSport, Jumat (18/10). Berikut adalah enam tim lainnya:

Villarreal - 2005/06

Skuat: Sebastian Viera, Javi Venta, Juan Manuel Pena, Quique Alvarez, Rodolfo Arruabarrena, Juan Roman Riquelme, Josico, Marcos Senna, Juan Pablo Sorin, Diego Forlan, Diego Forlan, Guillermo Franco.

Salah satu prestasi terbaik Manuel Pellegrini adalah membawa Villarreal ke semifinal Liga Champions pada 2006.

Meski Arsenal menghentikan langkah mereka dengan aggregate 1-0, penampilan Riquelme cs mendapat banyak apresiasi dari pecinta sepakbola di seluruh Eropa pada saat itu. Duet Riquelme dan Forlan menjadi alasan kuat mengapa Villarreal begitu mempesona.

Malaga - 2012/13

Skuat: Willy Caballero, Jesus Gamez, Martin Demichelis, Sergio Sanchez, Antena Vitorino, Ignacio Camacho, Jeremy Toulalan, Duda, Isco, Joaquin, Julio Baptista.

Sebelum masalah keuangan menghantam, Malaga yang kini berlaga di divisi dua Spanyol merupakan kekuatan yang sanagt diperhitungkan di seluruh Eropa.

Joaquin, Isco dan Baptista merupakan ujung tombak mematikan yang didukung sokongan Toulalan dari lini tengah.

Gol terlambat dan berbau offside dari Dortmund yang mampu mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions 2012/13. Namun penampilan Malaga saat itu sangat luar biasa.

Juventus - 2014/15

Skuat: Gianluigi Buffon, Stephan Lichtsteiner, Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci, Patrice Evra, Andrea Pirlo, Claudio Marchisio, Paul Pogba, Arturo Vidal, Alvaro Morata, Carlos Tevez.

Pirlo mengawal lini pertahanan di belakang Pogba, Marchisio dan Vidal. Sementara Morata dan Tevez menyantap bek lawan dengan serangan-serangan mematikan.

Si Nyonya Tua sering memiliki skuat brilian, tetapi sedikit yang mengesankan seperti edisi 2014/15.

Leeds - 2000/01

Skuat: Nigel Martyn, Danny Mills, Rio Ferdinand, Dominic Matteo, Ian Harte, Olivier Dacourt, Lee Bowyer, David Batty, Harry Kewell, Alan Smith, Mark Viduka.

Pola pertahanan Inggris dikombinasi dengan serangan mematikan Australia. Hasilnya Leeds menembus semifinal Liga Champions 2000/01 dan membuat semua mata terpikat.

Meski Valencia masih terlalu kuat dalam dua pertemuan di semifinal, setidaknya dunia tidak akan melupakan ketika Viduka, Kewell dan Smith meneror pertahanan lawan.

Schalke - 2010/11

Skuat: Manuel Neuer, Atsuto Uchida, Kyriakos Papadopoulos, Christoph Metzelder, Joel Matip, Hans Sarpei, Benedikt Howedes, Jurado, Alexander Baumjohann, Raul, Edu.

Meskipun berada di urutan ke-14 Bundesliga 2010/11, Schalke yang diperkuat Raúl González berhasil mencapai semifinal Liga Champions.

Penampilan heroik mereka berhasil membungkam Inter Milan 5-2 di San Siro, sebelum akhirnya menyerah dari Manchester United.

Kegemilangan Neuer, Matip dan Howedes membuat Schalke memiliki skuat mengesankan yang sulit dilupakan.

Ajax - 1994/95

Skuat: Edwin van der Sar, Michael Reiziger, Danny Blind, Frank Rijkaard, Frank de Boer, Clarence Seedorf, Finidi George, Edgar Davids, Ronald de Boer, Jari Litmanen, Marc Overmars (ditambah perhatian khusus kepada Patrick Kluivert).

Ajax di bawah asuhan Louis van Gaal memiliki pemain-pemain muda bertalenta. Bahkan satu gol ke gawang AC Milan di partai final diciptakan oleh Kluivert yang saat itu berusia 18 tahun.

Rjikaard, Seedorf, si kembar De Boer, Overmars dan generasi Ajax tahun 1995 dapat digambarkan dalam satu kata, fantastis.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar