SMeCK Sesalkan Pemecatan Dua Asisten Pelatih PSMS

SMeCK Sesalkan Pemecatan Dua Asisten Pelatih PSMS

Ketua Umum SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir

(aa/eal)

Rabu, 13 Juni 2018 | 10:17

Analisadaily (Medan) - Manajemen PSMS Medan secara mengejutkan memberhentikan secara sepihak dua asisten pelatih, M. Yusuf Prasetyo dan Suwanda.

Pemecatan dua asisten Djajang Nurjaman itu pun mengundang tanda tanya, termasuk dari kelompok suporter PSMS, Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan.

"Tentu ini menjadi tanda tanya besar bagi kita, mengapa manajemen seperti itu. Sebab pemecatan itu tanpa sepengetahuan pelatih kepala Djanur," kata Ketua Umum SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, Rabu (13/6).

Menurutnya, pemecatan itu sangat sepihak karena tanpa pemberitahuan langsung kepada dua asisten pelatih tersebut. Bahkan Djanur justru mengetahui kabar pemecatan itu dari media sosial.

"Intinya kita sangat menyayangkan sikap manajemen. Ini tanda tanya besar bagi kami. Pemecatan itu tanpa pemberitahuan kepada yang bersangkutan dan bahkan tanpa konsultasi dulu dengan Djanur," sebutnya.

"Oke manajemen PSMS boleh saja beralasan pemecatan itu karena dianggap tidak memenuhi ekspektasi. Namun jangan seperti itu, seolah tidak manusiawi caranya," tegasnya.

Suharto

Kepergian M. Yusuf Prasetyo atau yang akrab disapa Yoyok, menyisakan Suharto AD sebagai asisten pelatih yang direkrut manajemen PSMS beberapa waktu lalu.

Menurut Lawren, hadirnya Suharto bisa menambah masukan bagi Djanur dalam meracik permainan Legimin Raharjo dkk.

"Alasan manajemen mendatangkan coach Harto agar PSMS kembali ke ciri khas permainannya, saya cukup setuju. Karena kita tahu coach Harto pernah menukangi PSMS bahkan pernah membawa menjadi juara Piala Kemerdekaan 2015," tandasnya.

(aa/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar