Target Awal Hendra/Ahsan di Indonesia Open Tercapai

Penulis: Christison Sondang Pane

Target Awal Hendra/Ahsan di Indonesia Open Tercapai

Pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (BadmintonIndonesia.org)

Jumat, 19 Juli 2019 | 14:46

Analisadaily – Pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lolos ke babak semifinal Indonesia Open 2019 setelah mengalahkan ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (19/7).

Unggulan keempat ini baru bisa memastikan memperoleh tiket semifinal tersebut setelah dipaksa bermain hingga rubber set oleh unggulan kelima itu. Kedua pasangan bermain dengan skor 21-15, 9-21 dan 22-20 serta menghabiskan waktu sebanyak satu jam tiga menit.

Dilansir dari Badminton Indonesia, atas kemenangan ini, mereka akhirnya sudah mencapai target sesuai yang direncanakan. Karena sebelumnya, juara All England 2019 ini menyampaikan memasang target ke semifinal.

“Untuk target, kami mau tembus semifinal dulu. Sebenarnya mau lolos babak demi babak saja, tidak mau mikir terlalu jauh," kata Ahsan.

"Target realistis kami saat ini ya memang semifinal, mungkin kalau tiga-empat tahun lalu mungkin bisa targetnya juara. Sekarang lawan sudah bagus-bagus dan lebih muda, jadi sekarang kami fokus untuk enjoy dulu mainnya dan berikan yang terbaik di lapangan," tambah Hendra.

Hendra/Ahsan rencananya akan mengikuti tiga turnamen beruntun. Setelah Indonesia Open, mereka langsung terbang ke Tokyo untuk mengikuti Japan Open 2019 dan ke Bangkok untuk turnamen Thailand Open 2019.

Oleh karena itu, mereka betul-betul menjaga kondisi tubuh agar bisa tampil prima dalam tiga turnamen tersebut. Apalagi Hendra/Ahsan tengah berlomba untuk meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.

"Turnamen memang padat, yang harus dijaga gitu fisiknya, tenaganya. Nggak tahu nanti di lapangan bagaimana, kan sudah ikut tiga turnamen juga, maunya dapat hasil maksimal. Kalau treatment khusus sih paling jaga kondisi, jaga makan," beber Ahsan.

Sebelumnya Ahsan juga mengatakan tak sabar menantikan Indonesia Open dan berlaga di hadapan publik sendiri. Atmosfer Istora menurutnya begitu berbeda dengan venue olahraga turnamen lainnya yang pernah ia ikuti. Bahkan ketika memasuki lapangan, suasananya pun sudah terasa berbeda.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar