Tim Ketiban Sial Dari Tahun ke Tahun (Part II)

Penulis: Eka Azwin Lubis

Tim Ketiban Sial Dari Tahun ke Tahun (Part II)

Dua pendukung Wolverhampton Wanderers (Give Me Sport)

Kamis, 17 Oktober 2019 | 22:07

Analisadaily - Sebelumnya kita sudah membahas tim-tim yang mengalami nasib paling naas sejak 2004 sampai 2010.

Berikut kita akan mengulas tim-tim yang ketiban sial mulai 2011 sampai 2019. Siapa tau salah satunya adalah kesebelasan favorit Anda.

2011: AS Monaco

Hanya tujuh tahun setelah mencapai final Liga Champions 2003/04, AS Monaco justru terdegradasi ke Ligue 2 setelah hanya meraih sembilan kemenangan di Ligue 1 2010/11.

Ini merupakan pertama kali Monaco turun kasta sejak hampir empat dekade. Terakhir kali mereka berkompetisi di Ligue 2 pada musim 1976/77.

2012: Rangers

Masalah keuangan melumpuhkan raksasa Skotlandia itu. Mereka terbebani utang lebih dari 134 juta Pound.

Selain itu mereka juga dilarang mengikuti kompetisi UEFA dan tercampak ke divisi tiga. Padahal sebelumnya mereka selalu bergantian dengan Celtic dalam memenangkan Liga Skotlandia.

Para pendukung Rangers

Para pendukung Rangers

2013: Wolverhampton Wanderers

Setelah terdegradasi dari Liga Premier 2011/12, Wolves bertekad bangkit dan kembali ke kasta tertinggi. Namun naas, mereka justru kembali terdegradasi ke League One setelah finis di peringkat 23 dari 24 tim Divisi Championship 2012/13.

2014: Manchester United

Awal keterpurukan bagi Setan Merah. David Moyes dipecat pada bulan April; Sunderland menyingkirkan mereka dari Piala Liga; kalah dari MK Dons dengan skor 4-0 dan finis peringkat tujuh Liga Premier.

2015: Parma

Klub yang pernah memenangkan dua trofi UEFA era 1990-an ini terpaksa diturunkan ke Serie D setelah gagal menemukan pembeli yang akan mengurangi hutang mereka.

2016: Blackpool

Terpuruk di League Two setelah mengalami kekalahan memalukan 5-1 dari Peterborough, Direkrut Blackpool, Karl Oysten, justru menuntut para pemainnya agar kalah melawan Crawley Town, Accrington Stanley dan Mansfield Town.

2017: Arsenal

Terlepas dari kesuksesan memenangkan Piala FA, 2017 adalah tahun di mana kampanye anti-Arsene Wenger dari penggemar Arsenal mencapai puncaknya. Bayern Munchen membantai mereka dengan agregat 10-2 di Liga Champions.

Arsene Wenger saat masa-masa terakhirnya melatih Arsenal

Arsene Wenger saat masa-masa terakhirnya melatih Arsenal

2018: Sunderland

Momen menyakitkan karena terdegradasi ke League One justru difilmkan dan didokumentasikan untuk seri Netflix. Itulah yang dialami Sunderland.

2019: Bolton Wanderers

Bolton yang pernah bertarung sengit di papan tengah klasemen Liga Premier, terpaksa berkompetisi di League One setelah musim lalu terdegradasi dari Divisi Championship.

Bermain dengan mengandalkan tim muda, klub berjuluk The Trotters itu sama sekali belum meraih kemenangan dalam 10 laga. Bahkan dalam empat pertandingan terakhir mereka harus kebobolan 21 gol.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar