Tunggak Gaji Pemain, PSMS Terancam Tak Bisa Ikut Liga 2

Tunggak Gaji Pemain, PSMS Terancam Tak Bisa Ikut Liga 2

PSMS Medan

(jw/eal)

Senin, 17 Juni 2019 | 20:19

Analisadaily (Medan) - PSMS Medan terancam tidak bisa ikut kompetisi Liga 2 musim ini. Pasalnya tim berjuluk Ayam Kinantan itu masih terkendala dengan tunggakan gaji pemain musim lalu.

Dari informasi yang diperoleh Analisadaily.com, PSMS bersama Sriwijaya FC dan PSPS Pekanbaru disebut Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sebagai tiga klub yang menunggak gaji pemainnya.

Alhasil, operator liga diwajibkan untuk mengklarifikasi persoalan ini agar BOPI mengerti duduk perkara yang terjadi sebenarnya. BOPI juga mengimbau masalah ini segera diselesaikan sebelum kick-off Liga 2 tanggal 22 Juni 2019.

BOPI menerima laporan dari Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) yang mengimbau agar ketiga klub tersebut tidak diperbolehkan ikut kompetisi jika tunggakannya belum lunas.

Sementara Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Medan, Julius Raja, mengakui ada tunggakan gaji pemain. Namun pihaknya memastikan siap bertanggung jawab untuk melunasinya.

Menurut Julius, pihaknya juga sudah mengklarifikasi persoalan ini dengan mengirimkan surat ke PSSI.

"Intinya kami menunggu undangan dari BOPI untuk menjelaskan masalah ini. Gaji pemain sudah kami lunasi yang Desember 2018, namun kontrak berakhir pada Januari saat kompetisi tidak berjalan full lagi," kata Julius di Medan, Senin (17/6).

Julius tidak membantah soal tunggakan gaji pemain musim lalu sekira Rp 300-an juta. Namun pihaknya sudah mengirimkan surat ke PSSI dan PT LIB agar masalah ini diselesaikan secara baik-baik.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa PT Liga Indonesia Baru (LIB) masih mempunyai utang ke klub-klub termasuk PSMS sekitar 2,3 miliar.

"Bayar ke klub, kami langsung bayar ke pemain, atau mau potong langsung terserah. Kalau kami tetap ingin menyelesaikan dengan baik. Hanya saja kalau soal BOPI itu semua administrasi sudah kami lengkapi 99%," ujarnya.

Terkait hal itu, pihak manajemen PSMS Medan juga siap jika diundang ke Jakarta untuk menjelaskan permasalahan tersebut.

"Kami siap diundang ke Jakarta untuk menjelaskan semuanya," pungkas Julius.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar