Usai Tonton PSMS, Dua Anggota KAMPAK FC Tewas Kecelakaan

Usai Tonton PSMS, Dua Anggota KAMPAK FC Tewas Kecelakaan

Supoter PSMS Medan di Stadion Teladan

(aa/eal)

Minggu, 27 Mei 2018 | 18:57

Analisadaily (Medan) - Dua pekan lalu tersebar kabar duka atas meninggalnya salah seorang suporter setia SMeCK Hooligan, Arigustus Pasaribu, yang meregang nyawa akibat mengalami kecelakaan ketika hendak menyaksikan pertandingan antara PSMS Medan versus Sriwijaya FC.

Kini, dunia sepakbola kembali dikejutkan atas meninggalnya dua suporter setia PSMS, M. Rizky Rangkuti dan Abdul Rahman. Dua anggota KAMPAK Dolok Masihul, Serdang Bedagai, itu tewas berboncengan saat mengendarai sepeda motornya, Minggu (27/5) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kejadian itu berawal saat keduanya berangkat bersama rombongan KAMPAK FC Dolok Masihul menggunakan lima sepeda motor untuk menyaksikan laga PSMS melawan Arema FC di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (26/5) malam.

Usai menyaksikan laga tersebut, keduanya pun bersama rombongan memilih singgah ke sekretariat KAMPAK FC di Kota Medan.

"Karena kemalaman, kami suruh singgah di sekretariat. Bahkan mereka masih ikut sahur on the road bersama kita. Namun sebelum subuh, mereka berdua permisi untuk menemui saudaranya di kawasan Asrama Haji Medan," terang Wakil Ketua KAMPAK FC, Gito.

Siang harinya, Gito dikejutkan dengan kabar meninggalnya kedua anggota tersebut akibat kecelakaan di Simpang Galang, Kabupaten Deli Serdang.

"Terkejut tiba-tiba dengar kabar dua anggota kami meninggal karena kecelakaan. Padahal sebelumnya sudah kami sampaikan supaya mereka pulang siang aja dan istirahat dulu," terang Gito.

Rasa sedih dan turut berduka cita langsung disampaikan Gito mewakili rekan-rekannya sesama anggota KAMPAK FC.

"Sedih lah, kita baru ngumpul tapi tiba-tiba dapat kabar duka kayak gini. Kami bersama keluarga besar KAMPAK menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya dan semoga amal keduanya diterima di sisi Allah," ungkap Gito.

(aa/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar